BEKERJA HEMAT DI JAKARTA

02.55

Seperti yang kita kenal Kota Jakarta setiap hari selalu saja dilibatkan dengan kemacetan. Sebagian ada yang menyukai kemacetan tersebut dan sebagian lagi tidak. Contohnya yang menyukai kemacetan adalah taxi sehingga argo menjadi banyak padahal jarak dekat dan yang tidak menyukai kemacetan seperti pegawai, pelajar, dan lain lain yang harus datang tepat waktu.

Lalu bagaimana kita bekerja hemat ?

Kata "Hemat" di sini dalam banyak arti yaitu : waktu, ongkos, tenaga dan sebagainya.

Hemat waktu, jikat kita bekerja di jakarta dan sekitarnya pastikan kita tinggal di tempat yang strategis mungkin dari lokasi kesibukan kita. Apabila kita sudah mempunyai penghasilan yang cukup jakarta telah banyak menyediakan apartment yang berlokasi tidak jauh dari pusat bisnis dan jika penghasilan kurang kita bisa mencari kost atau pun kontrakan. Karena apabila kita berada dekat dari tempat kita beraktifitas bisa berkurang tingkat pemakaian kendaraan dan lebih memilih berjalan kaki untuk bekerja. Orang indonesia begitu menyukai tinggal jauh dari tempat di mana mereka sibuk dengan alasan stress apa bila melihat tempat itu setiap hari dan tidak dapat merasakan pemandangan yang baru. Mereka pun tidak menyadari bahwa mereka yang berkendara jauh dari tempat tinggalnya yang membuat jakarta penuh dengan kemacetan. Semula akses TOL adalah jalan bebas hambatan akan tetapi sekarang jadi jalan raya biasa dengan membayar sejumlah rupiah untuk tujuan tertentu. Pasti kita semua pernah melihat bus yang penuh sampai pintunya tidak dapat ditutup dan miring ke sebelah kiri. Jadi,Itu adalah contoh tidak mempelajari hemat waktu untuk bekerja harus bertempat tinggal dekat dari tempat kita beraktifitas.

Hemat ongkos, penghasilan yang kita dapat seharusnya kita hemat karena dapat berguna untuk hal yang lebih penting dari membeli bahan bakar setiap hari dan hanya untuk membuat suhu Kota Jakarta semakin panas dan macet. Kita tidak akan mungkin merubah keadaan itu kecuali kita yang merubahnya. Menghemat ongkos bukan dengan menggunakan kendaraan irit tetapi gunakan transportasi milik pemerintah yang layak digunakan kemudian yang tidak layak dan membahayakan diri lebih baik ditinggalkan karena selain bukan menghemat ongkos, mereka membuat waktu kita lama di jalan karena angkutan umum yang tidak layak biasanya suka sekali mencari penumpang dan ugal-ugalan di jalan. Bagaimana kalau kita yang dirugikan pasti bukan hemat ongkos malah boros bukan untuk biaya rumah sakit mereka tidak akan sanggup mengasuransikan kita. Coba saja anda naik transportasi milik pemerintah dan perusahaan tertentu pasti layak digunakan dan seandainya terjadi sesuatu di luar dugaan pasti pemerintah tanggung jawab karena sudah membawa nama baik di masyarakat luas. Jadi, hemat ongkos dengan gunakan transportasi yang layak digunakan dan tidak membahayakan diri, bukan setiap hari membeli bahan bakar untuk kendaraan yang irit karena itu akan terus menyebabkan Jakarta semakin macet.

Hemat tenaga, banyak orang sekarang bekerja itu membanting tulang dari pagi sampai malam. Itu pernyataan yang salah karena mereka setiap hari merasa tubuh mereka semakin tua di jalan dengan tempat tinggal yang jauh dari lokasi bekerja, dan menggunakan kendaraan sendiri mereka yang membuat badan mereka lelah sehingga mereka menyebut kata kerja pergi pagi pulang malam. Seandainya mereka tinggal dekat dengan lokasi bekerja dan tidak menggunakan kendaraan. Mereka mendapatkan dua manfaat sekaligus, tidak lelah mengakibatkan sehat karena berjalan ke tempat bekerja, lalu gratis berjalan di mana saja pemerintah tidak memungut biaya apa pun bagi yang mau berjalan kaki. Jadi kita bisa menghemat tenaga kita hingga berapa puluh persen untuk melakukan hal yang lain.

Hemat itu pangkal kaya, jadilah orang kaya yang hemat dan tidak membuat jakarta itu miskin.

You Might Also Like

0 komentar